Nasehat Ali bin Abi Thalib 1

Nasehat Ali bin Abi Thalib (tentang Keluarga, Rezeki dan Cinta)

Nasehat Ali bin Abi Thalib – Ali bin Abu Thalib adalah orang pertama-tama masuk islam dari kalangan anak-anak. Dia adalah yang ke empat dari kulafaur rasyidin, salah satu dari sepuluh orang yang diberi kabar gembira akan masuk surga. Ali adalah seorang gagah berani, sepupu Rasulullah sekaligus menantunya. Salah seorang pahlawan yang gagah perkasa, termasuk orator ulung dan pakar dalam qadha. Dia memegang jabatan khalifah setelah wafatnya Utsman bin Affan radiallahu ‘anhu pada 35 H.

Ali wafat sebagai syahid pada tahun 40 H, dia dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljamal-Murady secara sembunyi-sembunyi dalam sebuah konspirasi tepatnya pada tanggal 17 ramadhan. Ali radiyallahu ‘anhu, mencintainya adalah iman dan membencinya adalah sifat nifaq. Dia adalah laki-laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan sangat dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.  Ali adalah anak muda yang berilmu banyak, seorang yang alim tentang Al-Qur’an dan sunnah rasul-Nya sehingga nasehat-nasehatnya banyak tersebar di kalangan umat islam dan menjadi untaian kata yang bermakna, menjadi panutan banyak orang. Berikut ini nasehat Ali bin Abi Thalib yang harus diketahui:

 

Nasehat Ali bin Abi Thalib kepada Kumail bin Ziyad yang terkenal

Nasehat Ali bin Abi Thalib 1Wahai Kumail bin Ziyad, sesungguhnya hati ini seperti bejana, sebaik-baiknya adalah yang dipenuhi dengan ilmu. Ingatlah dariku apa yang kukatakan padamu: manusia terbagi tiga; Alim rabbani, penuntutut ilmu yang belajar di atas jalankeselamatan, dan yang tidak berilmu, mengikuti tiupan angin, ia tidak mengambil penerangan dengan cahaya ilmu dan tidak kembali kepada pondasi yang kokoh.

Wahai Kumail bin Ziyad, sesungguhnya ilmu lebih baik daripada harta, ilmu menjagamu sedangkan harta engkau yang menjaganya. Harta berkurang dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu terus bertambah apabila diinfakkan.

Wahai Kumail bin Ziyad, mencintai seorang yang alim adalah agama yang dianut, memberi nilai ketaatan di masa hidupnya dan keindahan yang dibawa setelah wafatnya nanti. Sedangkan manfaat harta hilang dengan hilang sang pemilik, ilmu adalah hakim sedangkan harta adalah yang diperintah.

Wahai Kumail, wafat para pemegang harta di saat mereka masih hidup, sedangkan para ulama tetap hidup sepanjang masa, meski jasad mereka telah tiada namun nama baik mereka tetap ada di dalam hati.

 

Nasehat Ali bin Abi Thalib yang menyentuh hati

Nasehat Ali bin Abi Thalib 1

“Sesungguhnya bila engkau bersabar, niscaya qadar tetap terjadi padamu dan engkau mendapatkan pahala dan apabila engkau tidak bersabar niscaya qadar tetap terjadi padamu dan engkau berdosa. “





“Hidup adalah renda hati, tidak peduli seberapa banyak kekayaanmu.”





“Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tidak suka mendengarnya apabila seseorang mengatakannya kepadamu. “





“Kesabaran itu ada dua macam, sabar terhadap sesuatu yang tidak kau inginkan dan sabar terhadap sesuatu yang sangat kau inginkan.”





“Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, sebab yang membencimu tidak akan pernah percaya dengan hal itu dan yang menyukaimu tidak butuh dengan hal itu.”





“Ketahuilah bahwa sabar ketika dipandang dalam permasalahan seseorang, ibarat kepala dari suatu tubuh. Apabila kepala hilang, maka seluruh tubuh akan membusuk, sama halnya dengan kesabaran, jika sabar itu telah hilang maka seluruh permasalahan akan rusak. “





“Angin tidak berhembus untuk merobohkan pepohonan tapi hanya sekedar menguji kekuatan akarnya. “





“Balas dendam terbaik adalah dengan menjadikan dirimu jauh lebih baik dari sebelumnya.”





“Manusia yang paling lemah adalah dia yang tidak mampu mencari teman, namun yang paling lemah dari dia adalah dia yang memiliki teman tapi menyia-nyiakannya”





“Kezhaliman akan selalu ada, bukan karena banyaknya orang jahat, melainkan karena diamnya orang-orang baik.”





“Ilmu tanpa akal ibarat memiliki sepatu tanpa kaki, tapi akal tanpa ilmu ibarat memiliki kaki tanpa sepatu.”





“Apabila sesuatu yang kamu senangi tidak terjadi, maka yang harus kamu lakukan adalah senangilah apa yang terjadi. “





“Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa teramat manis dan lebih lezat daripada itu. “





“Orang yang terlalu banyak menghabiskan waktu memikirkan akibat dari suatu keputusan atau tindakan, sampai kapanpun dia tidak akan pernah menjadi seseorang yang pemberani. “





“Adakalanya yang lebih sedikit itu lebih berkah daripada yang banyak.”





“Bila sikap lemah lembut hanya mengakibatkan timbulnya kekerasan maka kekerasan itu adalah suatu bentuk kelembutan hati. “





“Kesempatan itu datang bak awan berlalu, maka pergunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu. “





“Menjaga air muka adalah hiasan bagi orang miskin sebagaimana syukur adalah hiasan bagi bagi orag-orang kaya. “





“Orang yang berdoa tanpa melakukan amalan, bagai pemanah tanpa busur.”





“Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatinya, sedangkan melalaikan pujian bagi mereka yang berhak menerimanya hanya menunjukkan kebodohan dan juga kedengkian. “





 

Nasehat Ali bin Abi Thalib paling bijak

Nasehat Ali bin Abi Thalib 1

  • Ucapan sahabat yang jujur lebih berharga daripada harta benda yang diwariskan oleh nenek moyang.
  • Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat yang menyembuhkan.
  • Hiburlah hatimu, siramilah dengan percikan hikmah, seperti halnya fisik, hati juga kerap merasakan letih.
  • Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, sebab saat itu saksimu juga menjadi hakimmu.
  • Orang yang hanya berfikir bagi kepentingan perutnya saja, maka harga dirinya serupa dengan apa yang keluar dari perutnya.
  • Pekerjaan tangan meski sederhana tapi mampu mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama dibandingkan dengan kekayaan yang disertai penyelewengan.
  • Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu bagi nafsunya dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya.
  • Barangsiapa yang selalu menempatkan dirinyadi tempat-tempat yang mencurigakan, maka janganlah menyalahkan orang lain yang berburuk sangka kepadanya.
  • Jangan sekali-kali merasa malu memberi walaupun nilainy sedikit, sebab tidak memberi sama sekali pasti lebih sedikit nilainya.
  • Jadilah orang yang dermawan tapi jangan sekali-kali menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tapi jangan sekali-kali menjadi orang yang kikir.
  • Tanda-tanda orang yang celaka ialah bergairah mengerjakan sesuatu yang haram dan menjauhi berbagai nasehat.
  • Orang yang tidak menguasai matanya, maka hatinya tidak ada harganya.
  • Keberanian seseorang sesuai dengan kadar penolakannya terhadap segala perbuatan jahat.
  • Yang paling mampu memaafkan adalah orang yang paling berkuasa untuk menghukum.
  • Sisihkan gemlombang kerisauan menggunakan kekuatan dari kesabaran dan keyakinan.
  • Selama kedudukan anda baik, selama itu pula keburukan anda tertutupi.

 

Gambar tentang Nasehat Ali bin Abi Thalib

Nasehat Ali bin Abi Thalib 1 Nasehat Ali bin Abi Thalib 1 Nasehat Ali bin Abi Thalib 1

 

Demikianlah nasehat Ali bin Abi Thalib yang disajikan untuk pembaca. Semoga bermanfaat dan menjadi panutan di setiap langkah dan tindakan kita dalam menjalani kehidupan. Selamat membaca!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *